Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘trik talangan haji’

Dari pengalaman membukakan talangan haji untuk orang tua, dan juga info dari blog ini, saya mau berbagi tips dan trik membuka talangan haji di Bank. Btw, sebelum membaca tulisan ini ada baiknya anda terlebih dahulu membaca post saya yang ini.

Bismillah. Berikut beberapa tipsnya:

1. Pertama-tama pilihlah produk talangan haji dari bank syariah. Jangan rusak niat mulia ibadah haji anda dengan sistem riba bank konvensional. Haram!

2. Pilihlah bank syariah yang menawarkan biaya ujroh paling ringan. Biaya ujroh talangan haji nominalnya berbeda pada tiap bank. Saya sempat membandingkan biaya ujroh talangan haji di tiga bank syariah berbeda, dan yang paling ringan rupanya adalah Bank BTN Syariah. Apa itu biaya ujroh? Bisa anda baca di post saya sebelumnya.

3. Pilihlah jangka waktu pembiayaan talangan haji yang paling lama. Biasanya 5 tahun. Kenapa? Karena mau pembiayaannya 1 tahun sekali pun, biaya ujrohnya tetap sama. Dan kalau kita memilih jangka waktu terpendek; 1 tahun, dan dalam 1 tahun tersebut kita tidak bisa melunasi dana talangan, maka talangan haji kita bisa batal, beserta porsi hajinya. (Denger-denger bisa sih diperpanjang, tapi ribet kan ngurus lagi).
Contoh kasus:
Biaya ujroh talangan haji BTN Syariah adalah Rp.1.650.000 untuk dana talangan sebesar Rp.20.000.000. Biaya ujroh tersebut kita bayar pada saat akad dan setiap ulang tahun tanggal akad. Katakanlah kita ambil jangka waktu pembiayannya 5 tahun. Misalkan ternyata, karena ada rezeki lebih, kita bisa melunasi talangan 20 juta tersebut dalam 2 tahun, maka kita hanya akan dikenakan biaya ujroh untuk 2 tahun pertama. Tiga tahun berikutnya kita tidak akan dikenakan biaya ujroh lagi. Lumayan kan?

4. Jika anda mengambil talangan haji untuk dua orang(suami istri), maka dalam mengangsur talangan, fokuskan untuk melunasi salah satu talangan terlebih dulu.
Contoh:
Anda mengambil talangan haji untuk anda dan pasangan masing-masing Rp.20.000.000, maka anda bisa fokuskan pengembalian angsuran pada salah satu talangan dulu. Misal kemampuan anda mengangsur Rp.1.000.000/bulan. Maka anda setor saja satu juta tersebut secara rutin ke salah satu talangan, daripada membaginya dua. Sehingga dalam 20 bulan, talangan tersebut sudah lunas, dan anda tinggal melunasi talangan yang satu lagi.

Keuntungannya? Talangan pertama hanya dikenakan biaya ujroh dua kali, yakni tahun pertama dan kedua. Tahun ketiga dan seterusnya anda tinggal dikenakan ujroh untuk 1 talangan lagi yang belum lunas.

Bandingkan dengan jika anda mengangsur masing-masing talangan tersebut Rp.500.000 per bulan. Kedua talangan baru akan lunas setelah 40 bulan. Artinya anda akan dikenakan biaya ujroh masing-masing 4 kali. Rugi bro!

5. Agar biaya ujroh tidak terasa berat, ada alternatif pembayaran lagi nih. Yakni biaya ujroh anda cicil pembayarannya menjadi per bulan. Sehingga, ujroh Rp.1.650.000 dibagi 12 bulan menjadi Rp.137.500/bulan. Sesuai contoh poin 4, jika angsuran talangan dan cicilan ujroh digabung maka tabelnya menjadi seperti ini:

Angsuran Talangan Haji + Ujroh

6. Jika anda membuka dua talangan haji, bedakanlah nominal talangannya sehingga berbeda biaya ujrohnya. Kemudian fokus melunasi yang biaya ujrohnya lebih besar.
Contoh:
Kedua orang tua saya mengambil dana talangan haji. Dana yang mereka punya adalah 18 juta untuk berdua. Sehingga masing-masing punya modal Rp.9.000.000. Seharusnya saya buka talangan haji masing-masing Rp.16.000.000. Tapi demi mengakali biaya ujroh, ibu saya bukakan talangan haji Rp.15.000.000, dan bapak saya minta ditalangi Rp.17.000.000.

Sesuai tabel, biaya ujrohnya jadi berbeda. Yang talangan 15 juta ujrohnya Rp.1.234.500, sedangkan yang 17 juta ujrohnya Rp.1.650.000. Selisih 400ribuan! Dan saya akan fokus melunasi talangan haji bapak dulu, supaya kalau sudah lunas dalam setahun, tahun kedua yang kena ujroh cuma talangan haji ibu saja. Lumayan ngirit kan? 😛

Sementara itu dulu tips-tipsnya. Ada yang mau menambahkan? 🙂

Read Full Post »