Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘review hafalan shalat delisa’

Menyambut peringatan 7 tahun tsunami aceh pada hari ini 26 desember 2011, sebuah film keluarga berlatar belakang tsunami aceh tayang di bioskop-bioskop indonesia. Judulnya Hafalan Shalat Delisa (HSD). Diangkat dari novel berjudul sama karangan Tere Liye.

Dulu saya nggak selesai baca novel Hafalan Shalat Delisa. Kata orang-orang sih novelnya bagus, tapi karena baca beberapa halaman awal saja sudah tidak tertarik, nggak saya lanjutin baca. 😛 Tak disangka sekarang novelnya malah diangkat jadi film. Alhamdulillah yah gak perlu cape-cape baca novelnya. 😀

HSD berkisah tentang sebuah keluarga bahagia di Lhok Nga, Aceh. Anak terkecil dalam keluarga tersebut, Delisa(Chantiq Schagerl), mengalami kesulitan dalam menghafal bacaan shalat. Padahal ujian praktek shalat di sekolah sudah semakin dekat. Di Aceh praktek shalat adalah palajaran penting, sampai-sampai para orang tua bela-belain mengantarkan anaknya saat ujian.

Delisa yang sulit menghafal dimotivasi oleh Umi (Nirina Zubir) dengan membelikannya sebuah kalung emas berliontin huruf D. Namanya keluarga, ada cemburu-cemburuan. Aisyah, satu dari tiga kakak perempuan Delisa, iri pada Delisa yang dibelikan kalung berliontin huruf D, sementara kalungnya saat hafal bacaan shalat dulu tidak ada liontinnya. Kecemburuan Aisyah makin menjadi ketika tahu Delisa akan dibelikan sebuah sepeda baru oleh Abi.

Aisyah menangis terisak-isak di jendela rumah mereka yang menghadap ke pantai. Beruntung Aisyah memiliki Umi yang penyabar dan penuh cinta kasih. Sedikit saja dirayu, Aisyah luluh. Rasa cemburu serta merta hilang dari hatinya. What a perfect family, right? 🙂

Hari ujian praktek shalat Delisa pun tiba. 26 Desember 2004. Tepat saat Delisa akan diantar Umi ke sekolah, gempa bumi mengguncang Lhok Nga. Dan tak lama setelah itu, saat Delisa sedang melaksanakan praktek shalat di sekolah, terjadilah musibah yang maha dahsyat tsunami aceh 26 Desember 2004.

Sampai di sini air mata saya mulai menetes. HSD memang tidak memvisualisasikan tsunami aceh seperti film-film hollywood, tapi bener deh, dengan cara yang sederhana HSD berhasil menyentuh hati kita. Adegan porak poranda tsunami diganti dengan adegan mimpi Delisa yang bersedih hati ditinggal kakak-kakaknya ke suatu pintu gerbang. Tak hanya kakak-kakaknya, semua teman Delisa juga pergi menuju gerbang yang sama, gerbang yang tampaknya dimaksudkan sebagai gerbang surga. Hanya Delisa yang tak diperkenakan ikut karena belum menyelesaikan hafalan shalatnya…

Sementara itu, Abi Usman(Reza Rahardian) yang mendengar kabar tsunami di kampung halamannya langsung bertolak pulang ke Aceh. Betapa hancur lebur hati Abi ketika sampai di Lhok Nga. Rumah mungil yang dihuni istri dan anak-anaknya telah rata dengan tanah tersapu tsunami. Seluruh anggota keluarganya pun, termasuk Delisa, belum ditemukan. Pas adegan ini nih, ane nangis lagi gan. 😦 Abis aktingnya Reza Rahardian keren banget. Bikin iba.

Pada penghujung kisah nanti alhamdulillah yah Abi rupanya bisa bertemu kembali dengan Delisa. Delisa adalah satu-satunya angota keluarga Abi yang berhasil selamat. Keduanya kemudian mencoba membentuk kembali harmoni cinta keluarga yang direnggut musibah tsunami. Susah payah mereka membangun rasa ikhlas atas musibah yang diberikan Allah, dan membuang jauh-jauh rasa berputus asa dari kasih sayang Allah.

***

Well, meski secara teknis film ini jeleeeeeeeeeeeekkk buanget (tonton sendiri kalau mau tahu), tapi banyak pesan moral yang bisa kita petik dari film ini. Filmnya tertolong sama cerita novelnya yang memang sarat nilai.

Anda-anda yang punya anak silakan menonton film ini bersama anak-anak anda, supaya mereka makin paham betapa bernilainya arti keluarga dalam kehidupan mereka. Insyaallah kalau mereka khusyuk nontonnya, selesai nonton mereka akan bilang gini;

” Abi/Umi, Saya cinta Abi/Umi karena Allah..”

Dalem.. 🙂

NB:
Lihat trailer HSD di sini
Dengar OST HSD yang menyayat hati di sini

Read Full Post »