Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘review film The Hunger Games’

Tadinya film ini cuma jadi ‘pelarian’ saya gegara THE RAID tinggal tersisa kursi deretan paling depan. Tak disangka, THE HUNGER GAMES ternyata bagus! Nggak nyesel milih film ini. 😀

Pernah dengar tentang film Battle Royale? Yaitu film tentang sekelompok muda-mudi yang berkompetisi menjadi yang terbaik dengan cara bunuh-bunuhan. Saya juga tidak pernah nonton sih, cuma pernah diceritain sama teman. Nah, The Hunger Games ini punya garis besar cerita yang mirip dengan Battle Royale.

Jadi ceritanya di sebuah negeri masa depan bernama Panem, terdapat sebuah pertandingan resmi nasional yang disebut “The Hunger Games”. Tahun ini pertandingan tersebut telah memasuki season ke-74. Yap, The Hunger Games telah menjadi annual event yang dilaksanakan turun temurun.

Dalam pertandingan tersebut akan bersaing 24 orang tribute (peserta The Hunger Games) yang berasal dari 12 distrik di negeri Panem. Mereka harus bersaing agar menjadi satu-satunya orang yang bertahan hidup. Caranya agar menjadi satu-satunya yang bertahan hidup? Tentu dengan membunuh peserta-peserta lain. Eh jadi teringat Gladiator

Dari distrik 12 terpilihlah sepasang muda-mudi; Katniss Everdeen(Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson). Katniss yang jago memanahini mengajukan diri menggantikan adiknya yang terpilih lewat undian.

Mereka berdua pun menuju ke ibukota Capitol, tempat games dilaksanakan. Dan oh my, di era modern tersebut, pertandingan nasional seperti The Hunger Games ini menjadi tak ubahnya sebuah acara reality show di televisi nasional. Mirip-mirip American Idol.

Apanya yang mirip? Yaitu fakta bahwa banyak realita dalam The Hunger Games yang tak tampil apa adanya lagi, sudah dibelokkan demi memuaskan para penonton yang haus akan kisah-kisah dramatis, mencengangkan dan membanggakan.

Pertandingan The Hunger Games hanyalah ajang tontonan tahunan layaknya American Idol, dengan mereka yang terpilih sebagai Tribute harus bersaing terlihat paling unggul satu sama lain. Setiap peserta harus dapat mencuri hati penonton, dan bahkan sebagian mesti menjual cerita demi pencitraan guna memenangkan sponsor dan terus bertahan.

Menurut saya, ini benang merah yang menarik. The Hunger Games seperti hendak menyindir reality show-reality show dewasa ini yang kebanyakan tampil lebay. Menjual cerita, menjual sosok dan figur tertentu agar jadi yang paling depan, itu sudah bahan utamanya reality show TV dunia, termasuk Indonesia.

Sementara itu, perjuangan 24 tribute di arena Hunger Games sendiri tampil amat seru, dan di saat bersamaan mengharu biru. Yang mengharukan misalnya tentang pertemanan dua tribute; Katniss dan Rue di arena The Hunger Games, yang berakhir dengan terbunuhnya Rue.

Tensi cerita terus terjaga sepanjang film, membuat film sepanjang 2 jam lebih ini tak terasa membosankan sama sekali. Dan karena filmnya panjang, pipis dulu ya sebelum masuk studio, supaya nggak ketinggalan cerita. 🙂

Dah ah segitu aja reviewnya. Mumpung masih ada di bioskop, sile ditonton..

Read Full Post »