Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘perhitungan KPR’

Tulisan ini saya dedikasikan untuk seorang teman saya yang sedang kebelet pengen beli rumah 🙂 Semoga bermanfaat juga untuk pembaca yang lain. Berikut beberapa tips memilih dan membeli rumah dengan cara KPR. Tulisan ini semata-mata didasarkan pada pengalaman saya, dan mungkin hanya cocok untuk segmen pembaca tertentu, wabil khusus para karyawan kecil dengan penghasilan di bawah 5 juta perbulan. 🙂

MEMILIH
Jika anda berencana membeli sebuah rumah indent alias belum dibangun, hal terpenting yang harus anda perhatikan adalah reputasi developer perumahan tersebut. Mengapa penting? Karena fakta di lapangan kerap ditemukan developer yang ingkar janji. Misalnya setelah dibangun spesifikasi rumah ternyata tidak sesuai janji, atau perumahan tidak jadi dibangun karena tidak laku, atau yang paling buruk; uang anda dibawa kabur oleh developer abal-abal.

Karena itu, mengetahui reputasi developer perumahan menjadi sangat penting. Jika memungkinkan lacak track record developer tersebut. Cek proyek perumahan mereka sebelumnya. Kalau bagus, maka itu pertanda baik untuk rumah yang akan anda beli.

Kalau rumahnya sudah ready stock, justru lebih mudah. Tinggal cek saja kondisi fisik bangunan, kemudian kelengkapan surat-suratnya. Kalau harga cocok, sikat!

MENABUNG
Sebelum memutuskan membeli rumah, alangkah baiknya bila anda sudah memiliki tabungan yang cukup. Minimal beberapa belas juta gitu, tergantung harga rumah yang anda minati.

Mengapa perlu tabungan cukup? Karena anda akan mengeluarkan banyak uang sejak dari memutuskan membeli sampai serah terima kunci rumah. Uang tersebut adalah untuk booking fee alias tanda jadi beli rumah, membayar uang muka (umumnya 20% dari harga rumah), sampai membayar segala tetek bengek biaya yang diperlukan untuk akad kredit rumah; biaya akad, BPHTB, biaya notaris, asuransi, dll. Buanyak deh pokoknya.

Bisa sih nggak harus punya tabungan banyak dulu. Tapi anda harus punya dekingan yang bisa anda pinjam uangnya sewaktu-waktu. 😀

MEMBELI
Membeli rumah tenyata ada batasannya lho. Pembatasnya adalah penghasilan anda sendiri. Ada satu kaedah kunci dalam membeli rumah melalui KPR, yaitu cicilan KPR tidak boleh melebihi 1/3 gaji kita saat ini. Jadi misalnya gaji kita sekarang tiga juta rupiah, maka kita hanya boleh membeli sebuah rumah yang cicilan KPRnya maksimal satu juta perbulan.

Dari mana kita tahu besar cicilan KPR? Nilai cicilan KPR bisa kita ketahui dari brosur promosi rumah yang dibuat developer. Di situ biasanya tercantum estimasi cicilan KPR perbulan. Atau kalau mau lebih pasti, langsung tanya saja ke marketing bank terkait.

Bikin simulasi yuk!
Misalnya anda tertarik membeli sebuah rumah seharga 150 juta. Komposisi pembayarannya 20% UM(Uang Muka), 80% KPR. Maka anda harus membayar uang muka rumah senilai 30 juta (20%) dan mengajukan KPR ke bank senilai 120 juta. Berikut saya sertakan contoh tabel estimasi cicilan KPR BTN Syariah (klik pada gambar)

Row pertama adalah lama KPR (max. 15 tahun). Kolom pertama adalah besar pinjaman KPR (max. 300 juta)

Jadi, jika anda mengajukan KPR ke bank senilai Rp.120 juta dengan masa bayar 10 tahun, maka besar cicilan KPR anda nanti adalah Rp.1.863.200.-

Bagaimana? Apakah besar cicilan tersebut adalah 1/3 gaji anda? Jika iya bersyukurlah, pengajuan KPR anda insyaallah akan disetujui bank. Jika tidak, maka opsi yang bisa anda ambil; perpanjang masa pelunasan KPR (misalnya menjadi 15 tahun), atau tambah uang muka.

***

Tips terakhir: Ajukanlah KPR rumah anda ke Bank Syariah. Mengapa?

Pertama, dengan sistem perbankan syariah kita melepaskan diri dari dosa besar RIBA. Kedua, setahu saya cicilan KPR bank syariah nilainya selalu tetap, tidak berubah-rubah sampai cicilan lunas. Ini berbeda dengan KPR dari bank konvensional yang nilai cicilannya berubah-ubah mengikuti tingkat suku bunga. Lebih nyaman kan?

***

Selamat berburu rumah idaman. Semoga segala urusan kita dimudahkan Allah yang maha pengasih. 🙂

Read Full Post »