Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘novel bumi cinta’

Akhirnya tuntas juga aku membaca novel ‘Bumi Cinta’ karya Habiburrahman El-Shirazy. Dicicil 1-2 bab perhari, akhirnya selesai dalam waktu 3 minggu.
Bumi Cinta adalah novel terbaru Kang Abiek setelah 3 tahun tidak ‘menelurkan’ karya. Setelah begitu lama dinanti-nanti, seberapa bagus sih Bumi Cinta ini? Yuk kita kulik!

CERITA
Sebagaimana dua novel best selling Kang Abiek sebelumnya (AAC dan KCB), Bumi Cinta juga menokohutamakan seorang pemuda, pelajar salaf yang memegang teguh ajaran agamanya. Keteguhan sang pemuda memegang agama islam sebagai satu-satunya prinsip hidup, dikaitkan dengan konflik yang terjadi di sekitarnya, jadilah rangkaian cerita yang bisa kita nikmati dalam novel setebal 546 halaman ini.

Tokoh utama novel Bumi Cinta adalah Muhammad Ayyas, seorang indonesia, mahasiswa S2 di India, yang melakukan penelitian tesis di Rusia. Sungguh sebuah keputusan nekat. Muhammad Ayyas yang seorang santri salaf lulusan madinah memutuskan untuk melakukan research di sebuah negara yang konon paling bebas di dunia. Pornografi dan free sex Rusia adalah peringkat satu dunia mengalahkan Belanda dan bahkan Amerika Serikat.

Di Rusia, Ayyas tinggal satu apartemen dengan dua gadis rusia; Yelena dan Linor. Yelena berprofesi sebagai pelacur kalangan eksekutif di Moskwa, sedangan Linor adalah agen mossad yang menyamar sebagai pemain biola profesional di Moskwa. Dua wanita mempesona inilah yang menjadi penguji iman nomor satu Ayyas. Ada juga Doktor Anastasia Palazzo, pembimbing penelitian Ayyas yang diam-diam jatuh hati pada kerendahhatian dan kecerdasan Ayyas.

Di Russia Ayyas benar-benar diuji keimanannya. Mula-mula godaan pesona kecantikan para wanita rusia yang diumpamakan Ayyas serupa tsarina(permaisuri rusia). Kemudian godaan untuk berbuat zina, yang di russia adalah bukanlah sebuah hal yang tabu. Belakangan, Ayyas diuji kesabarannya atas tuduhan sebagai seorang teroris muslim.

Bisakah Ayyas menyelesaikan penelitiannya dengan lancar? Bisakah Ayyas meninggalkan Rusia dengan selamat? Apa yang terjadi pada teman satu apartemen Ayyas; Yelena dan Linor? Segera ke toko buku terdekat. ^^

MENURUTKU
Entah kenapa menurutku novel terbaru Kang Abiek ini tidak seistimewa novel-novel beliau sebelumnya. Aku lebih suka KCB atau Dalam Mihrab Cinta. Kok bisa?

Pertama. Muatan dakwah di Bumi Cinta bagiku terasa telalu ‘vulgar’ sehingga kadang terkesan menggurui dan malah seperti membaca buku agama. Kurang halus. Contohnya di bab ‘jenis-jenis atheisme’. Bab ini terasa kakuuu banget, seperti membaca sebuah bab di buku nonfiksi, hanya kalimat-kalimatnya saja yang diubah ke kalimat langsung.

Kedua. Hal ini sepele tapi mengganggu buatku. Yaitu perihal musim. Sejak Ayyas baru sampai di Moskwa, dikatakan dalam novel bahwa itu adalah puncak musim dingin(sekitar bulan Januari). Anehnya, sampai berbulan-bulan-bulan kemudian setting waktu di novel tetap saja masih pada musim dingin . Terasa terlalu lama untuk kota Moskwa yang empat musim. CMIIW.

Ketiga. Di beberapa bagian novel, ada yang alur ceritanya terasa lambat, dan ada pula yang ceritanya mengalir terlalu cepat. Yang terlalu cepat misalnya di bab 35 ‘Sujudlah kepada Allah’ wabilkhusus halaman 468-471. Cerita tentang Linor membunuh seorang gadis sebagai pengganti dirinya mengalir terlalu cepat. Tidak Indah sama sekali. Bukankah keindahan kalimat menjadi ciri sebuah karya sastra?

Lebih dari itu semua, novel ini tetaplah sebuah novel bergizi tinggi yang layak dibaca. Membaca Bumi Cinta akan membuat kita makin paham akan keunggulan agama islam yang mulia ini. Juga bisa menghibur kita melalui deskripsi keindahan alam rusia di musim dingin dan kelezatan kuliner rusia, yang walau tanpa gambar tetap bisa membuat air liur meluber. ^^

Selamat membaca!

Read Full Post »