Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘lomba blog oktober 2012’

Sampai pertengahan tahun 90-an, kampung tempat tinggal saya di Batu Besar, Batam, masih belum dialiri listrik. Padahal kampung saya cuma berjarak 25 km dari Singapura. Iya, negara tetangga yang modern itu. Saat malam menjelang, kampung kami pun gelap gulita tanpa ada penerangan listrik sama sekali – sementara Singapura justru gemerlapan dan terang benderang. Kontras sekali. Dari tepi pantai nongsa kami hanya bisa melihat kerlap-kerlip lampu gedung pencakar langit di negeri singa itu. Cemburu menguras hati, kata Vidi Aldiano.

Aktivitas di kampung saya seolah terhenti begitu hari beranjak gelap. Hampir tak ada aktivitas di luar rumah selepas maghrib. Kami para pelajar sudah terbiasa belajar dalam keremangan cahaya lampu minyak. Lubang hidung dan upil yang menghitam adalah lumrah, lantaran semalaman menghirup asap lampu minyak.

Hingga akhirnya listrik PLN masuk ke kampung kami. Kalau tidak salah berbarengan dengan momentum krisis moneter 1998.  Momentum yang kurang pas sebenarnya, tapi amat kami syukuri.

Sejak itu kehidupan kami berubah. Semuanya terasa selangkah lebih maju. Rumah saya perlahan tapi pasti dipenuhi peralatan-peralatan elektronik; kipas angin, rice cooker, lemari es, mesin cuci, sampai komputer. Hidup jadi lebih ‘modern’. Lubang hidung saya juga tak menghitam lagi. 😀

Listrik benar-benar merubah segalanya..

Memang sempat ada masa transisi kampung kami menggunakan mesin genset. Tapi hanya sebentar. Itu pun tak banyak alat elektronik yang bisa dipakai lantaran daya yang rendah. Paling cuma lampu pijar dan televisi mungil. Maklum, genset yang kecil harus dibagi ke seantero kampung. Kehadiran PLN tetap solusi terbaik.

Kota Batam di Malam Hari (http://bit.ly/SZRmk1)

Kini, tahun 2012, listrik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan saya -> Kami -> Kita semua. Hampir semua aktivitas kita sehari-hari berhubungan dengan listrik. Blackberry saja dalam sehari butuh colokan listrik beberapa kali kan? 😀

Dan saya bersyukur kinerja PLN Batam relatif optimal. Sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir. Listrik juga hanya sesekali padam, yang biasanya disebabkan oleh gangguan teknis seperti kabel putus atau gardu tersambar petir.

Selain optimal di pelayanan, PLN Batam juga memberilan kemudahan pembayaran. Payment point ada hampir di semua tempat. Dipermudah lagi dengan bisa membayar lewat bank dan ATM. Saya juga selalu dikirimi invoice/surat tagihan lewat email oleh PLN Batam setiap awal bulan. Jadi saya sudah tahu jumlah tagihan sebelum membayar.

PLN Batam juga aktif di twitter. Lewat akun @bright_PLNBatam, PLN Batam berbagi aneka informasi kelistrikan, terutama (dan yang terpenting) info rencana pemadaman. Sehingga kita warga masyarakat bisa siap-siap. Kalau ada pemadaman mendadak,  akun @bright_PLNBatam juga selalu buru-buru mentwit penyebabnya. Biasanya sih karena kabel putus atau transmisi tersambar petir. Setidaknya ini bikin warga tidak bertanya-tanya.

***

Tanggal 3 Oktober 2012 yang lalu PT PLN Batam berulang tahun yang ke-12. Sebagai warga pengguna layanan PLN saya tentu punya harapan untuk PLN Batam khusunya dan PLN seluruh Indonesia pada umumnya. Berikut daftar panjangnya: 😀

1. Semoga PLN bisa melakukan pemerataan listrik sampai ke daerah-daerah terpencil. Di kota Batam sendiri masih banyak daerah hinterland berupa pulau-pulau kecil di sekitar batam yang belum terlayani listrik PLN. Kasihan, tanpa listrik yang memadai, masyarakat di pulau pulau kecil jadi tertinggal di banyak sektor.

Di zaman yang semua peralatan sudah serba elektronik ini kebutuhan akan listrik tentu jadi hal yang sangat vital. Kehadiran listrik PLN niscaya menjadi kunci peningkatan standar hidup masyarakat dan mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat.

2. Semoga PLN bisa mengembangkan “green energy”. Membangun pembangkit-pembangkit listrik dengan sumber energi baru terbarukan yang murah dan ramah lingkungan, seperti energi matahari, air, angin, panas bumi, arus laut, bahkan ombak laut.

Saya perhatikan laut dan selat di kawasan Barelang Batam punya arus laut yang kuat. Buktinya kapal tongkang yang dijangkarkan saja bisa terseret arus laut hingga menabrak jembatan VI (baca beritanya di sini). Berarti arusnya sangat kuat kan?! Siapa tahu energi potensial ini bisa digarap menjadi sumber energi pembangkit PLN. Memang dibutuhkan penelitian yang mendalam untuk itu.

3. Semoga PLN bisa terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada seluruh warga masyarakat. Dimulai dari hal-hal standar; perbaikan yang cepat atas komplain listrik putus, eksekusi yang cepat untuk permintaan pasang baru/tambah daya, dan sebagainya.

Kalau bisa jangan sampai ada lagi deh pemadaman listrik bergilir. Terlalu banyak pihak yang dirugikan, terutama dunia usaha.

4. Semoga PLN bisa terus menerapkan Good Corporate Governance (GCG). Tingkatkan kinerja di semua lini, bebaskan perusahaan dari praktek Korupsi Kolusi Nepotisme(KKN). Transparan dalam rekrutmen karyawan, dan hilangkan pungutan liar(pungli) di lingkungan kerja PLN.

5. Ini yang terakhir dan harapan seluruh rakyat; Tarif dasar listrik jangan naik ya… 😀

***

Baru-baru ini di Batam diresmikan operasional pembangkit baru, yakni PLTU Tanjung Kasam. PLTU berkapasitas 2 x 55 MW nantinya akan membuat PLN Batam surplus energi listrik, sehingga bisa memasok listrik sampai ke pulau di sebelahnya; Bintan (Baca beritanya di sini). Semoga ini menjadi indikasi maksimalnya sistem kelistrikan dan pelayanan PLN kepada masyarakat.

Adalah sebuah keniscayaan bahwa segenap rakyat indonesia, dari seluruh lapisan, menggantungkan harapannya kepada PLN. Kinerja PLN saat ini menjadi penentu masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Teruslah bekerja PLN, untuk memenuhi janjimu: “listrik untuk kehidupan yang lebih baik”.

 

🙂 Selamat Ulang Tahun PLN Batam (3 Oktober 2012) & Selamat Hari Listrik Nasional (27 Oktober 2012 ) 🙂

 

 

 

*artikel ini ditulis dalam rangka keikutsertaan saya pada lomba blog “Harapanku Untuk PLN“, kerjasama PT. PLN (persero) dan BLOGDetik. Mau ikut serta juga? Kunjungi http://akudanpln.blogdetik.com.

Read Full Post »