Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘hukum berjabat tangan setelah shalat’

Beberapa waktu lalu, seorang teman di kantor ngomel-ngomel sepulang dari jumatan. Dia tersinggung lantaran uluran tangannya untuk berjabat tangan sesaat setelah salam shalat jumat ditolak oleh jamaah di sekelilingnya. Dia lantas menganggap orang-orang yang menolak salamnya itu ‘tak mengerti adab shalat’.

Betulkah begitu? Saya kok malah menganggap sebaliknya ya? Mari kita dudukkan permasalahannya secara tepat.

Pertama, mari merujuk kepada Nabi Muhammad SAW tentang bagaimana amalan nabi dulu ketika selesai salam terakhir shalat. Hadist-hadist shahih menunjukkan bahwa setelah salam nabi langsung melanjutkan dengan berzikir, BUKAN bersalaman. Rujukan di internet salah satunya bisa dibaca di sini. Tidak ditemukan satu pun riwayat bahwa nabi langsung berjabat tangan dengan jamaahnya segera setelah salam.

Trus, emang nggak boleh kalau kita pengen berjabat tangan setelah salam?

Dalam hal ibadah, hendaknya kita senantiasa merujuk pada sunnah Nabi Muhammas SAW. Tidak menambah, tidak mengurangi. Karena berdasarkan dalil setelah salam adalah berzikir, maka laksanakan saja seperti yang nabi lakukan. Simple kan?

Tapi Rasulullah kan menganjurkan kita untuk saling bersalaman sesama muslim?

Betul, memang banyak riwayat dari Nabi tentang keutaman bersalaman/berjabat tangan, TAPI konteksnya adalah ketika saling berjumpa sesama muslim, BUKAN seusai shalat. Bisa dibaca di link yang saya kasih di akhir tulisan.

Btw, beda lagi kasusnya kalau sebelum shalat berjama’ah belum sempat bersalaman, dan saking sayanganya sama saudara muslim kita, langsung kepengen berjabat tangan seusai shalat. Yang jadi malasah di sini adalah; menganggap berjabat tangan seusai salam adalah bagian dari kesempurnaan shalat.

Hadeuh, suka-suka saya dong mau bersalaman setelah shalat…

Ya sudah, terserah :). Tapi suka-suka saya juga dong kalau nggak menerima salam kamu. Saya kan pengen khusyuk berzikir setelah salam, sebagaimana contoh dari Rasulullah tercinta. Adil kan?

Jadi, kamu mau memutus ukhuwah hanya karena masalah bersalaman ini?

Lho siapa yang mau memutus ukhuwah? Jangankan bersalaman, berpelukan juga hayuk… asal tidak setelah shalat. (っ˘з˘)っ

Allahu a’lam bishawab

Beberapa buku dan kitab rujukan saya;

– “Ringkasan Hadis Shahih Bukhari” oleh  Imam Az-Zabidi (Pustaka Amani)
– “Ringkasan Hadis Shahih Muslim” oleh Imam Al-Mundziri (Pustaka Amani)
– “Sifat Shalat Nabi” oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (Duta Ilmu)
– “Koreksi Total Ritual Shalat” oleh Abu Ubaidah Masyhurah bin Hasan bin Mahmud bin Salman (Pustaka Azzam)
– “Shalat Bersama Nabi SAW” oleh Hasan bin ‘Ali As-Saqqaf  (Pustaka Hidayah)
– Buku saku “Sifat Shalat Nabi” oleh Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Jibrin (Pustaka Ibnu Umar)

Sementara itu, beberapa rujukan informasi yang bisa teman-teman baca di internet terkait topik di atas, antara lain;

www.islamedia.web.id
www.voa-islam.com
www.rumahfiqih.com

Semoga mencerahkan. Barakallah. 🙂

Read Full Post »