Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Buku dan Sastra’ Category

Pertengahan 2011 Andrea Hirata kembali menelurkan karya terbarunya berjudul Sebelas Patriot. Dibanding novelnovel bang Andrea sebelumnya, Sebelas Patriot adalah yang paling tipis. Tebalnya cuma xii + 112 halaman. Saking tipisnya, baru aja saya mulai menikmati membaca, tau-tau udah tamat. (ˇ_ˇ)

Ada dua cerita yang ditulis bang andrea dalam sebelas patriot. Cerita pertama adalah tentang perjuangan ikal menjadi pemain junior PSSI. Ikal yang sudah kita kenal dalam tetralogi laskar pelangi ternyata waktu kecil pernah menjadi pemain bola berprestasi di kampungnya, sesuatu yang tak pernah disinggung sama sekali di laskar pelangi. Ambisi terbesar ikal adalah menjadi pemain junior PSSI.

Hal yang memotivasi ikal untuk meraih ambisinya tersebut adalah fakta bahwa ayahnya adalah pecinta PSSI dan sejarah bahwa ayahnya dahulu rupanya adalah pemain bola fenomenal. Ayah ikal yang luar biasa pendiam itu ternyata pada masa mudanya dahulu – di zaman penjajahan belanda – merupakan seorang pemain bola andal. Beliau adalah pemain sayap kiri paling memukau di lingkungan meskapai timah.

Di suatu masa menjelang kemerdekaan Indonesia, ayah ikal dan timnya berhasil menjuarai kejuaraan sepak bola Distric Beheerder – kejuaraan yang digelar belanda antar unit di lingkungan meskapai timah Bangka Belitong. Pada laga final, tim ayah ikal yang terdiri dari para kuli parit tambang berhasil menundukkan tim para ambtenaar belanda. Gol kaki kiri ayah ikal menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam laga tersebut.

Belitong pun gegap gempita. Kemenangan itu seolah menjadi simbol kemenangan Indonesia melawan penjajah belanda. Dan konsekuensinya tak main-main. Lantaran dianggap lancang mengalahkan belanda, ayah ikal dipenjara selama seminggu dan pulang dengan tempurung kaki kiri hancur. Karier sepakbolanya tamat.

Kisah patriotis namun getir tersebut lantas memotivasi ikal untuk menjadi pemain bola berprestasi. Karena zaman sudah merdeka, maka satu-satunya cara ikal agar dapat setara dengan ayahnya adalah dengan menjadi pemain PSSI. Berhasilkah ikal meraih mimpinya..?

Cerita kedua dalam novel sebelas patriot langsung loncat ke petualangan ikal di Spanyol semasa dia berkuliah di Universitas Sorbonne, Prancis. Ada kisah seru di sini ketika ikal ‘berjuang’ mendapatkan sebuah kaos Real Madrid bertanda tangan asli Luis Figo. Tahukah kau kawan, Real Madrid dan Luis Figo adalah tim dan pemain bola kesayangan ayah ikal (selain PSSI tentunya). Dan ikal ingin membahagiakan ayahnya dengan memberikan kaus itu pada beliau. Berhasilkah ikal?

***

Sebelas patriot adalah novel yang menghibur. Ceritanya seru, lucu, dan ringan. Karakter bahasa melayu bang andrea tetap kental di novel ini. Gaya bertuturnya manis, semanis madu. Kiranya hanya penulis berbahasa ibu bahasa melayu yang bisa bertutur dalam bahasa indonesia seindah dan semanis ini. Salut deh buat bang Andrea.

Melalui sebelas patriot bang andrea hirata seolah ingin memberikan dukungannya pada PSSI, sekaligus mengajak pembaca untuk tetap setia dan terus mendukung PSSI dalam kondisi seburuk apa pun, sebagaimana ungkapan ikal dalam sebelas patriot:

“Menggemari tim sepak bola negeri sendiri adalah 10% mencintai sepak bola dan 90% mencintai tanah air“.

Di dalam novel termuat beberapa buah foto ikal dan satu foto ayah ikal saat memenangkan pertandingan bola di atas, membuat kisah-kisah dalam sebelas patriot terasa tak ubahnya kisah nyata. Sepertinya bang andrea ingin novelnya ini tetap bercita rasa ‘memoar’ sebagaimana tetralogi laskar pelangi.

Mengenai alur cerita, meski seru, menurut saya plot sebelas patriot masih agak sedikiiit datar. Menurut saya loh ya. Ini lantaran dalam sebelas patriot tak ditemukan sedikit pun konflik. Padahal konflik lah yang membuat sebuah novel mempunyai titik klimaks. Plot cerita sebelas patriot hadir tanpa konflik, hanya dibumbui tantangan-tantangan yang membuat kisah hidup ikal di novel ini menjadi lumayan berwarna.

Novel sebelas patriot dibekali sebuah CD yang berisi tiga lagu karya Andrea Hirata. Masing-masing berjudul “PSSI Aku Datang”, “Sebelas Patriot”, dan “Sorak Indonesia”. Lantaran kental nuansa PSSI, nasionalisme dan patriotisme, sampai-sampai menteri pemuda dan olahraga Andi Malarangeng bersedia memberi testimoni untuk buku ini:

“Luar biasa! Sesuatu yang masih jarang dalam sastra Indonesia. Novel ini membangkitkan inspirasi tentang kejayaan sepakbola indonesia, sesuatu yang terus kita tunggu. Novel ini wajib dibaca oleh pecinta bola di Tanah Air, terutama oleh pengurus PSSI.”

Selamat membaca!

Read Full Post »

Minggu lalu untuk pertama kalinya saya membeli buku secara online. Awalnya ragu-ragu, karena nggak tahu toko buku online apa yang bagus. Googling-googling, ketemulah thread di kaskus.us yang me-review toko-toko buku online di Indonesia.

Tak sedikit kaskuser yang punya pengalaman ‘suram’ dengan online bookstore. Ada yang bukunya tak sampai, kondisi buku kiriman jelek, refund dana sulit, dll. Tapi ada juga review positif. Dari sekian banyak review positif, dapat saya tarik kesimpulan; bukabuku.com adalah yang paling dipercaya. Banyak kaskuser merekomendasikan.

Akhirnya, Sabtu kemarin saya coba membeli di bukabuku.com. Satu buku saja. Caranya cukup register account, pilih buku yang mau dibeli, kemudian transfer deh uangnya via bank Mandiri, BCA atau BNI. Setelah transfer, confirm lagi transferan kita di situs bukabuku.com

Selanjutnya tinggal menunggu buku terkirim. Alhamdulillah yah,hanya dalam 6 hari ketombe saya berkurang hingga 90% buku pesenan saya sudah sampai ke rumah. Dari Jakarta ke Batam.

Oke deh, buat yang pengen beli buku online juga, saya rekomendasikan untuk berbelanja di bukabuku.com. Beberapa kelebihan yang kita dapatkan:
– Ada diskon harga buku sampai 15%
– Kita bisa mengetahui progress pengiriman buku di situsnya, serta mendapat notifikasi status pengiriman via email dan nomor hp.

Kayanya bakal sering-sering pesen nih. Semoga bukabuku.com selalu amanah. 🙂

 

*update*

Minggu lalu saya beli buku lagi di bukabuku.com. Setelah transfer uang, dan menunggu sehari, ternyata dapat konfirmasi dari bukabuku.com bahwa buku pesanan saya kosong. Saya kemudian diberi opsi mau pesan buku lain atau refund dana. Saya pilih refund dana. Alhamdulillah yah, dalam 3 hari kerja dana saya sudah direfund ke rekening saya. 🙂

Read Full Post »

Alhamdulillah yah, tadi malem ane bisa tuntas baca Poconggg Juga Pocong(PJP) tanpa perlu beli bukunya. Soalnya kalo sampe beli, ane bakalan rugi(dikit) gan; Pertama, Buku PJP tipis bener. Contentnya yang seiprit ‘dipaksa’ biar keliatan banyak dan muat jadi buku. Kedua, Ni buku udah bukan genre ane gan. PJP lebih cocok buat para ababil a.k.a abegeh labil gitu. Yah.. umur-umur SMP-SMA gitu lah.. Mas-mas ganteng kaya ane mah udah ‘agak’ sedikit ketuaan buat baca buku kegini. *sumprit gak ikhlas bener ngaku tua gini (_ _!)*

Tentang isi bukunya; lucu sih….. That’s it. Lucu kok, beneran. Tapi selucu-lucunya joke yang dituturkan Poconggg di PJP nggak ada satu pun yang berhasil bikin ane ngakak terbahak-bahak gan. Yang ada, joke-jokenya malah bikin ane ketawa nyengir atau tersenyum getir sambil geregetan pengen ngejitak palanya poconggg. Abis konyol benerr.

My favorit part? Apa yah…? Rata-rata tiap chapter so-so sih ya. (maafkan untuk ripiu yang songong ini) Tapi kalo dipaksa memilih, chapter #Konsultacong adalah yang paling bikin gggrrrrrr. Kalo menurut loh?

PS:

Alhamdulillah banget yah, pada hari di mana ane selesai baca PJP, pada hari itu pula identitas asli @Poconggg terungkap ke publik. Yup, tabir rahasia tentang siapa sosok di balik selebritwit ber-follower 700ribuan ini terungkap sudah. Yang berhasil mengungkap siapa @poconggg sebenarnya adalah @Siapapoconggg. Sayang, akun twitter ini sudah nggak aktif lagi. Tapi dia masih menyisakan sebuah blog di mana identitas @poconggg benar-benar dikupas tuntas setajam silet. Cekidot gan –> www.siapapoconggg.wordpress.com

*update*

Blog www.siapapoconggg.wordpress.com udah gak ada gan. Udah dihapus sama yang bikin. Tapi agan-agan masih bisa lihat postingannya di kaskus.us. Search aja ke sana.

Sementara itu, pembongkaran identitas @poconggg udah sampai tahap baru, bisa agan-agan ikuti perkembangannya di blog berikut –> http://hentikandracula.blogspot.com/

Read Full Post »

The Kite Runner adalah novel perdana karya Khaled Hosseini, penulis kewarganegaraan Amerika yang lahir di Afghanistan. Novel perdananya ini langsung menghentak dunia literasi Amerika, dan menjadi novel terlaris sepanjang tahun 2005 versi New York Times.

The Kite Runner bertutur tentang persahabatan dua anak afghanistan; Amir Khan dan Hassan. Meski sama-sama anak afghan, keduanya beda nasib 180 derajat. Amir adalah anak saudagar kaya raya dan beretnis pashtun – etnis dominan di afghanistan. Sedangkan Hassan adalah anak pembantu keluarga Amir, dan beretnis Hazara, etnis yang dipandang rendah lagi hina di Afghanistan. Meski begitu keduanya punya persamaan; sama- sama tidak memiliki ibu sejak kecil. Ibu Amir meninggal saat melahirkan, ibu Hassan kabur dari rumah saat Hassan masih bayi.

Amir dan Hassan bersahabat baik. Batas majikan-pembantu antara keduanya setipis kertas. Amir dan Hassan selalu bermain bersama. Layang-layang adalah permainan favorit mereka berdua. Pada suatu musim dingin, Amir dan Hassan memenangkan kompetisi layangan bergengsi di kota Kabul. Keduanya bersimbiosis mutualisme. Amir yang kaya namun lemah selalu dilindungi oleh Hassan yang pemberani ketika diganggu anak-anak nakal.

Suatu kali, Amir dan Hassan dihadang oleh Assef dan gerombolannya saat akan bermain. Assef adalah berandalan cilik yang kondang kenakalannya. Kalah beradu mulut, Assef kemudian berniat menghajar Amir. Kepalan tangannya yang berpelindung besi melayang di udara, siap menghantam wajah Amir. Namun seketika itu juga Hassan mengeluarkan ketapel dan mengarahkannya tepat ke wajah Assef.

“Tidakkah kau takut padaku Hassan? Kau tahu kan aku dijuluki pelahap kuping?” Assef mengintimidasi.

“Ya aku tahu. Tapi tolong tinggalkan kami Assef, atau aku terpaksa merubah julukanmu itu menjadi Assef bermata satu…”

Kurang lebih begitu kata-kata Hassan pada Assef. Meski gentar, Hassan memberanikan diri melawan Assef. Demi Amir. Assef pun urung menghajar Amir.

Keberanian Hassan itu ternyata harus dibayar mahal kemudian hari. Pasalnya di kesempatan lain Assef membuat Hassan tak berkutik. Hassan dikepung, dihajar, bahkan diperkosa! Amir yang melihat kejadian tersebut hanya bersembunyi, tanpa berani berbuat apa pun. Ketakutannya yang besar pada Asef menghalanginya dari menolong Hassan, sebagaimana Hassan dulu pernah membelanya.

Setelah kejadian tersebut, persahabatan mereka berubah selamanya. Amir menjauh. Sepanjang sisa masa kanak-kanaknya Amir merutuki dirinya pengecut. Namun di saat bersamaan Amir membela dirinya; “Aku tidak harus membela Hassan seperti Hassan membelaku. Bukankah aku majikannya?!”

Ketika Afghanistan dilanda huru-hara politik, Amir khan dan ayahnya bermigrasi ke Amerika Serikat. Sementara Hassan dan ayahnya tetap bertahan di Afghanistan. Amir pun tumbuh dewasa di Amerika dengan cara amerika. Sedangkan Afghanistan terus bergejolak, berganti rezim dari monarki ke republik, diduduki Rusia, hingga akhirnya dikuasai taliban.

Amir hampir melupakan tanah airnya ketika suatu hari menerima telepon dari Afghanistan. Sebuah telepon yang memintanya untuk pulang ke Afghanistan demi menguak sebuah rahasia besar; tentang siapa ayah Amir, siapa Hassan, dan siapa sebenarnya diri Amir sendiri..

***

Kira-kira gitu deh ringkasan ceritanya. Sorry bukan resensi yang bagus, tapi saya tak mau membongkar rahasia-rahasia cerita novel ini. The Kite Runner lumayanlah buat bahan bacaan pengisi waktu senggang. Tema sentral novel ini adalah tentang balas budi Amir pada Hassan. Tentang bagaimana sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang.

Satu hal, jujur baru sekali ini saya membaca novel terjemahan. Awalnya ragu-ragu mau baca, khawatir terjemahannya jelek. Tapi setelah baca 1-2 bab pertama, ternyata terjemahannya bagus! Meski hasil sulih bahasa, ceritanya tetap nyastra. Pilihan diksinya juga memikat. Salut deh buat sang penerjemah Berliani M. Nugrahani. Selain ke bahasa indonesia, The Kite Runner juga sudah diterjemahkan ke 41 bahasa lain. Beugh.

Btw, novel ini juga sudah difilmkan lho. Denger-denger sih bagus. Kalau belum nonton, silakan cari donlotannya di idws silakan ke toko rental DVD resmi di kota Anda! 😀

Terakhir, terima kasih buat @Chandr_D atas pinjaman novelnya 🙂

Read Full Post »

Semula kupikir dwilogi Padang Bulan karya terbaru Andrea Hirata terdiri dari dua buah buku – sebagaimana Tetralogi Laskar Pelangi terdiri dari empat buku. Nyatanya kusalah. Dwilogi Padang Bulan adalah dua buah novel yang terangkum dalam satu buku. Alhamdulillah, tak perlu dua kali ngeluarin duit buat beli buku. 😛

Novel pertama, berjudul Padang Bulan, setebal 254 halaman. Novel kedua, berjudul Cinta Di Dalam Gelas, 270 halaman, diletakkan di belakang novel pertama dengan posisi bertolak belakang terbalik. Jadi, dilihat dari depan maupun belakang, tetap tampak sebagai cover depan.

Novel Padang Bulan dibuka Bang Andrea dengan amat sederhana, namun tetap apik dan memikat. Dikisahkannya tentang keluarga Zamzami – Syalimah yang hidup bersahaja dengan empat orang anak. Suatu hari, di luar kebiasaan, Zamzani berniat memberi kejutan buat Syalimah. Kejutan istimewa itu berupa sebuah sepeda baru. Ya, sepeda baru Sim King made in China. Hati Syalimah pun riang tak terperi.

Sayang, hati riang itu sekejap saja dikecap. Zamzani meninggal di hari yang sama dengan hari di mana dia memberi kejutan. Kebetulan yang menyakitkan. Ditinggal sang kepala kelurga, keluarga Syalimah limbung. Enong, si anak tertua, merasa bertanggung jawab atas nasib keluarganya. Maka sejak itu, tampuk tanggung jawab dipindahkan Enong ke pundaknya. Enong yang masih duduk di kelas 6 SD harus menguat-nguatkan diri menjadi pengganti ayahnya sebagai pencari nafkah. Enong memilih putus sekolah, kemudian menjadi pendulang timah. Ah, pokoknya mengharu biru!

Cerita sedih Enong ini, diselang-selingi dengan kisah hidup si penulis novel sendiri, yang didalam novel mewujud dalam tokoh Ikal. Ikal adalah juga tokoh utama di tetralogi Laskar Pelangi.

Di Padang Bulan, Ikal curhat tentang perasaannya pada Ling Ling, sang pujaan hati yang entah kapan akan ia nikahi. Suatu saat, beredar kabar Ling Ling berboncengan sepeda dengan seorang pria lain. Ikal pun terbakar cemburu. Bermacam cara Ikal lakukan untuk mencari tahu siapa pria yang tak tahu sopan santun itu untuk membuktikan bahwa dialah yang paling pantas buat Ling Ling. Ikal akhirnya tahu siapa pria itu. Zinar namanya. Sayang beribu sayang Zinar ternyata ganteng, tinggi semampai, multi talenta, dan berkharisma. Bertolak belakang bak bumi dan langit dengan Ikal. Lantas, berhasilkah Ikal mempertahankan Ling Ling?

Begitulah, novel Padang Bulan disusun oleh dua alur kisah; semangat juang Enong dan kisah getir percintaan Ikal. Di pertengahan novel akan ada momentum di mana Ikal bertemu dengan Enong dan kemudian berteman. Sejak itu pula Enong banyak memberikan inspirasi pada Ikal. Dan novel ini ditutup begitu saja dengan mudahnya oleh fakta bahwa Ikal sebenarnya hanya cemburu buta pada Ling Ling dan Zinar.

***

Novel kedua, Cinta Di Dalam Gelas, menurutku lebih greget dibanding novel pertama. Jangan sekali-kali mencoba membaca dwilogi ini mulai dari novel kedua, kalau tak mau bingung sendiri, karena kisah di novel kedua merujuk pada novel pertama.

Di novel kedua ini, tokoh utamanya adalah Maryamah Binti Zamzami yang kelak bergelar Maryamah Karpov lantaran kepiawaiannya bermain catur. Dan tahukah kau kawan, Maryamah ini tak lain tak bukan adalah Enong, si perempuan mengharu biru di novel pertama.

Di Cinta Di Dalam Gelas, Maryamah sudah menjadi wanita dewasa. Karakternya tetap: Tangguh nan tak kenal menyerah. Dia juga sudah menikah, namun pernikahannya kandas karena kesemena-menaan sang suami, Matarom. Maryamah pun bertekad untuk membalas dendam. Membalas kesemena-menaan yang diperbuat Matarom dengan mempermalukannya di depan majelis warung kopi. Caranya? Dengan mengalahkan Matarom main catur! Padahal Matarom adalah kampiun catur seantero kampung sekaligus juara bertahan catur 17 belasan dua kali berturut-turut. Sedangkan Maryamah, jangankan lihai main catur, mampir di warung kopi pun dia hampir tak pernah (warung kopi = satu-satunya tempat bermain catur).

Berhasilkah Maryamah mengalahkan Matarom? Segera dapatkan bukunya di perpustakaan toko buku terdekat ^^

***

Cinta Di Dalam Gelas menurutku lebih baik dibanding Padang Bulan. Selain lebih kocak, intrik dan konfliknya lebih kuat dibanding novel pertama. Aku yakin Bang Andrea juga lebih sulit menulis novel kedua daripada novel pertama, dikarenakan untuk menulis novel kedua butuh riset sosial dan kultural yang mendalam mengenai kopi dan catur. Bukan begitu Bang Andrea?

Dan harap kau camkan baik-baik wahai rekan pembaca, Cinta Di Dalam Gelas inilah sesungguhnya yang lebih pantas diberi tajuk ‘Maryamah Karpov’ daripada Maryamah Karpov abal-abal, Seri ke-4 Tetralogi Laskar Pelangi. Bang Andrea kuyakin pasti mengangguk setuju. 😉

Bicara bahasa, harus kuakui kemampuan menulis Bang Andrea yang luar biasa. Membaca karya-karya Bang Andrea, aku bisa merasakan betapa cantik dan manisnya bahasa melayu (atau bahasa Indonesia). Diksinya genit, metaforanya menggigit. Dan sebagaimana yang disebutkan di dalam novel, Andrea Hirata memang memiliki gaya tulis yang khas; menertawakan kepedihan, memarodikan tragedi, mengkritik tanpa menjadi sarkastik. Aku tak yakin gaya tulis khas ini akan tetap terasa jika novelnya di-alihbahasa-kan, mengingat keempat seri Tetralogi Laskar pelangi telah terjemahkan ke bahasa inggris.

Beli deh! Cukup sisihkan uang Rp.100.000. Mahal bener? 70 ribu buat beli novel ini, 30 ribu lagi disisihkan buat infaq dan sodaqoh. Insyaallah menghibur di dunia, bermanfaat di akhirat. Empat jempol buat Bang Andrea! 🙂

Read Full Post »

Ditulis 7 November 2009

Akhirnya… akhirnya… Hari ini novel Maryamah Karpov(MP) tandas aku baca. Butuh seminggu lebih sedikit untuk melahap habis seri terakhir tatralogi Laskar Pelangi tersebut. Kok lama banget? Soalnya selama proses menyicil baca itu aku sempat sakit, jadi gak bisa nyicil selama beberapa hari. Aku juga sempat boyongan pindah kost segala. Makin ribet jadinya!

Dan kesimpulanku setelah selesai membacanya; Maryamah Karpov tidaklah terlalu buruk untuk menjadi penutup sebuah tetralogi. Novel ini tidak seburuk yang dikatakan di puluhan review yang kubaca sebelum memutuskan membeli MP.

Sebagaimana tiga novel sebelumnya, novel ini menurutku tetaplah novel berbobot. Detil-detilnya kaya informasi, analogi-analoginya masih tetap menggelikan memancing tawa. Andrea Hirata harus diakui ialah penulis yang lihai berpanjang-panjang lidah. Dia bisa mengembangkan cerita yang harusnya cuma satu alinea menjadi beralinea-alinea, bahkan berhalaman-halaman. Ini kelebihan, tapi juga sekaligus kelemahan. Bagi orang yang benar-benar gemar membaca, gaya menulis Andrea yg superdetil dan bercabang-cabang ini mungkin mengasyikan dan akan tetap dipelototi kata demi kata. Tapi bagi mereka yang minat bacanya pas-pasan, tulisan model begini justru bisa menjemukan. Terlampau bertele-tele. Saking bertele-telenya bahkan terkadang Andrea sampai menceritakan hal-hal yang menurutku sama sekali tidak penting. Meracau, kata orang melayu Kepri. Ambil contoh, lihat bagian-bagian dimana Andrea menceritakan bagaimana orang-orang di warung kopi bertaruh karena Ikal. Saking banyak dan detailnya, aku sampai malas menyimak bagian ini.

Bagi yang selama ini selalu penasaran apakah tetralogi Laskar Pelangi nyata atau tidak, bersiaplah utk semakin berkerut jidatnya membaca novel ini. Pembaca MP aku yakin mengangguk jika aku katakan novel ini terlalu berlebihan utk sebuah novel kisah nyata. Saranku buat para pengurus perpustakaan, janganlah sesekali meletakkan novel ini di rak buku-buku memoar atau biografi. Jangan! Sekali-kali jangan! Karena meskipun novel setebal 503 halaman ini konon berangkat dari pengalaman nyata, tapi unsur dramatisasi dan imajinasinya pun kental bukan main. Cukuplah bapak/ibu pengurus perpustakaan meletakkan novel ini di rak buku-buku sastra. Itu lebih layak baginya.

Atau kalau bapak/ibu pengurus perpustakaan hendak sedikit membuat sensasi, bolehlah meletakkan buku ini di antara deretan buku-buku teknik. Musababnya adalah karena novel ini rupanya sangatlah detil menjelaskan teknik membuat perahu. Sampai pusing kepala kami -pembaca setia tetralogi Laskar Pelangi- membaca istilah-istilah langka pembuatan kapal yang digelontorkan Bang Ikal dalam novel ini. Linggar, linggi, telebut,… Aih, tak lazim nian kata-kata itu di telinga kami, boi! Hehehe..(efek samping novel Andrea Hirata).

Semua orang yang telah selesai membaca MP pastinya akan bertanya-tanya kenapa gerangan novel ini berjudul Maryamah Karpov sementara isinya sama sekali tak ada menyinggung kehidupan Mak Cik Maryamah. Nama Mak Cik Maryamah yang jago bermain catur bak Karpov malah hanya disebut (kalau tak salah) di dua kalimat saja. Tak lebih. Lantas mengapa novel ini tetap diberi judul Maryamah Karpov kalau nggak nyambung sama isinya?? Bisa jadi ini keteledoran Bang Andrea yang terlalu dini menggembar-gemborkan judul novel terbarunya sebelum dia selesai menulisnya. Ujung-ujungnya ya gitu, judul jadi sangat tidak nyambung dengan isi. Aku yakin Bang Andrea akan lebih senang jika novel ini berjudul “Mimpi-Mimpi Lintang”. Iya kan, bang??!! (Sok Tahu Mode: ON)

Bagaimanapun, patutlah kiranya rasa salut kuhaturkan untuk Abang Andrea yang telah memperkaya khazanah sastra Indonesia dengan karya-karyanya yang kental nuansa budaya melayu. Kita orang sebagai sesama budak melayu tak bisa dipungkiri bangga dibuatnya. Bravo Ikal! ^_^

Read Full Post »

Akhirnya tuntas juga aku membaca novel ‘Bumi Cinta’ karya Habiburrahman El-Shirazy. Dicicil 1-2 bab perhari, akhirnya selesai dalam waktu 3 minggu.
Bumi Cinta adalah novel terbaru Kang Abiek setelah 3 tahun tidak ‘menelurkan’ karya. Setelah begitu lama dinanti-nanti, seberapa bagus sih Bumi Cinta ini? Yuk kita kulik!

CERITA
Sebagaimana dua novel best selling Kang Abiek sebelumnya (AAC dan KCB), Bumi Cinta juga menokohutamakan seorang pemuda, pelajar salaf yang memegang teguh ajaran agamanya. Keteguhan sang pemuda memegang agama islam sebagai satu-satunya prinsip hidup, dikaitkan dengan konflik yang terjadi di sekitarnya, jadilah rangkaian cerita yang bisa kita nikmati dalam novel setebal 546 halaman ini.

Tokoh utama novel Bumi Cinta adalah Muhammad Ayyas, seorang indonesia, mahasiswa S2 di India, yang melakukan penelitian tesis di Rusia. Sungguh sebuah keputusan nekat. Muhammad Ayyas yang seorang santri salaf lulusan madinah memutuskan untuk melakukan research di sebuah negara yang konon paling bebas di dunia. Pornografi dan free sex Rusia adalah peringkat satu dunia mengalahkan Belanda dan bahkan Amerika Serikat.

Di Rusia, Ayyas tinggal satu apartemen dengan dua gadis rusia; Yelena dan Linor. Yelena berprofesi sebagai pelacur kalangan eksekutif di Moskwa, sedangan Linor adalah agen mossad yang menyamar sebagai pemain biola profesional di Moskwa. Dua wanita mempesona inilah yang menjadi penguji iman nomor satu Ayyas. Ada juga Doktor Anastasia Palazzo, pembimbing penelitian Ayyas yang diam-diam jatuh hati pada kerendahhatian dan kecerdasan Ayyas.

Di Russia Ayyas benar-benar diuji keimanannya. Mula-mula godaan pesona kecantikan para wanita rusia yang diumpamakan Ayyas serupa tsarina(permaisuri rusia). Kemudian godaan untuk berbuat zina, yang di russia adalah bukanlah sebuah hal yang tabu. Belakangan, Ayyas diuji kesabarannya atas tuduhan sebagai seorang teroris muslim.

Bisakah Ayyas menyelesaikan penelitiannya dengan lancar? Bisakah Ayyas meninggalkan Rusia dengan selamat? Apa yang terjadi pada teman satu apartemen Ayyas; Yelena dan Linor? Segera ke toko buku terdekat. ^^

MENURUTKU
Entah kenapa menurutku novel terbaru Kang Abiek ini tidak seistimewa novel-novel beliau sebelumnya. Aku lebih suka KCB atau Dalam Mihrab Cinta. Kok bisa?

Pertama. Muatan dakwah di Bumi Cinta bagiku terasa telalu ‘vulgar’ sehingga kadang terkesan menggurui dan malah seperti membaca buku agama. Kurang halus. Contohnya di bab ‘jenis-jenis atheisme’. Bab ini terasa kakuuu banget, seperti membaca sebuah bab di buku nonfiksi, hanya kalimat-kalimatnya saja yang diubah ke kalimat langsung.

Kedua. Hal ini sepele tapi mengganggu buatku. Yaitu perihal musim. Sejak Ayyas baru sampai di Moskwa, dikatakan dalam novel bahwa itu adalah puncak musim dingin(sekitar bulan Januari). Anehnya, sampai berbulan-bulan-bulan kemudian setting waktu di novel tetap saja masih pada musim dingin . Terasa terlalu lama untuk kota Moskwa yang empat musim. CMIIW.

Ketiga. Di beberapa bagian novel, ada yang alur ceritanya terasa lambat, dan ada pula yang ceritanya mengalir terlalu cepat. Yang terlalu cepat misalnya di bab 35 ‘Sujudlah kepada Allah’ wabilkhusus halaman 468-471. Cerita tentang Linor membunuh seorang gadis sebagai pengganti dirinya mengalir terlalu cepat. Tidak Indah sama sekali. Bukankah keindahan kalimat menjadi ciri sebuah karya sastra?

Lebih dari itu semua, novel ini tetaplah sebuah novel bergizi tinggi yang layak dibaca. Membaca Bumi Cinta akan membuat kita makin paham akan keunggulan agama islam yang mulia ini. Juga bisa menghibur kita melalui deskripsi keindahan alam rusia di musim dingin dan kelezatan kuliner rusia, yang walau tanpa gambar tetap bisa membuat air liur meluber. ^^

Selamat membaca!

Read Full Post »